SPOILAGE AND BREAKAGE REPORT
Pengertian
Spoilage and Breakage Report adalah dokumen internal yang digunakan oleh bagian kitchen, bar, atau store untuk mencatat kejadian kerusakan (breakage) atau kerusakan bahan/produk makanan (spoilage) yang tidak dapat digunakan lagi dalam operasional.
Dokumen ini berfungsi sebagai bukti tertulis atas kehilangan nilai persediaan, sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara administratif maupun akuntansi.
Fungsi
1.
Mencatat kerusakan barang dan bahan
makanan
Sebagai bukti resmi jika ada makanan
basi, rusak, pecah, atau tidak layak konsumsi.
2.
Alat kontrol internal
Membantu manajemen mengawasi
frekuensi kerusakan atau pemborosan.
3.
Dasar penyesuaian stok/inventari
Menjadi dasar koreksi dalam sistem
inventory.
4.
Pendukung akuntansi dan audit
Menghindari selisih antara catatan
stok dan kondisi riil.
Kegunaan
1. Mengendalikan biaya (cost control)
Dengan data ini, bagian cost control dapat
menghitung kerugian akibat bahan rusak/pecah.
2. Menentukan tindakan korektif
Misalnya, pelatihan handling bahan, perbaikan
penyimpanan, atau evaluasi supplier.
3. Mencegah kecurangan
Barang atau bahan yang rusak tercatat resmi,
sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk pencurian.
4. Dasar laporan manajemen
Memberikan gambaran berapa persen kerugian yang disebabkan oleh spoilage dan breakage dalam periode tertentu.
Tujuan
1.
Menjamin transparansi dan
akuntabilitas dalam pengelolaan persediaan.
2.
Mengurangi risiko kerugian akibat
kehilangan barang yang tidak tercatat.
3.
Meningkatkan efisiensi operasional
dengan mengidentifikasi sumber masalah (penyimpanan, penanganan, atau SDM).
4.
Menjadi bahan evaluasi kebijakan
manajemen terkait pengadaan, penyimpanan, dan distribusi barang.
Referensi
- Lea R. Dopson & David K. Hayes. (2015). Food and
Beverage Cost Control. Wiley.
- Ninemeier, J. D. (2016). Management of Food and
Beverage Operations. AHLEI.
EmoticonEmoticon