Friday, October 31, 2025

CATATAN DARI DAPUR HOTEL

Tags


 


A person cooking in a kitchen

AI-generated content may be incorrect.


CATATAN  DARI DAPUR HOTEL 

Dalam dunia restoran dan hotel, keberhasilan bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang bagaimana dapur dikelola oleh orang-orang yang terampil, disiplin, dan punya semangat belajar tinggi.
Dan dari sinilah kisah catatan mendampingi  mahasiswa vokasi dimulai dari sebuah kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kuliner.

Catatan dari kampus ke dapur hotel

Empat mahasiswa dari program kuliner dan pastry melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu hotel berbintang di Bandung.
Mereka datang bukan hanya untuk bekerja, tapi untuk belajar cara berpikir dan bekerja layaknya seorang profesional.

Selama enam bulan, dapur hotel menjadi ruang belajar yang sesungguhnya tempat teori bertemu kenyataan.
Di sana, mahasiswa belajar tentang konsistensi rasa, manajemen waktu, komunikasi tim, dan tanggung jawab terhadap hasil kerja.

Catatan perjalanan kujungan

Sebagai pembimbing dari kampus, saya diwajibkan melakukan kunjungan resmi ke lokasi PKL.
Tujuannya bukan hanya memantau, tetapi juga menjembatani komunikasi antara pihak industri dan lembaga pendidikan.l.
Kunjungan menjadi momen refleksi: bagaimana mereka berkembang, apa yang bisa ditingkatkan, dan bagaimana pihak hotel menilai sikap serta kinerja mereka.

Menariknya, kHRD dan  supervisor hotel yang mengatakan bahwa mahasiswa dari program vokasi bukan hanya cepat belajar, tapi juga membawa energi baru ke dapur.
Ada ide, ada semangat, dan ada keberanian untuk mencoba.

Catatan untuk dapur hotel

Bagi pihak hotel atau restoran, keberadaan mahasiswa PKL bukan sekadar kewajiban sosial.
Justru, ini menjadi kesempatan untuk:

  • Mengenalkan standar kerja dan budaya dapur profesional,
  • Mengasah calon tenaga kerja agar siap terjun ke industri,
  • Menjalin kemitraan jangka panjang dengan lembaga pendidikan vokasi,
  • Bahkan menemukan talenta muda yang bisa direkrut setelah lulus.

Dengan kata lain, PKL bukan hanya tentang belajar tapi juga investasi SDM jangka panjang.

Catatan dari hasil dapur hotel

Setelah PKL selesai, mahasiswa kembali ke kampus untuk menyusun laporan dan seminar hasil PKL.Tapi bukan seminar biasa. Mereka juga menampilkan produk hasil belajar selama di hotel  mulai dari pastry klasik hingga menu hot kitchen yang elegan.

seorang penguji, dosen dosen yang hadir  dan saya sebagai pembimbing menilai bukan hanya hasil akhirnya, tapi juga proses berpikir, inovasi, dan keberanian mereka berkreasi.
Setiap produk dan plating cantik adalah bukti bahwa mereka telah tumbuh menjadi calon profesional sejati.

Catatan Pembimbing lapangan

Sebagai seseorang yang lama berkecimpung di dunia restoran, saya percaya:

“Keberhasilan dapur bukan hanya ditentukan oleh resep, tapi oleh manusia yang bekerja di dalamnya.”

Mahasiswa PKL yang tekun, terbuka terhadap kritik, dan mau belajar akan menjadi aset berharga di masa depan.
Dan bagi industri, membuka pintu bagi mereka berarti ikut menjaga keberlanjutan dunia kuliner Indonesia.

Catatan Penutup

Kolaborasi antara kampus vokasi dan dunia industri seperti hotel dan restoran bukan sekadar rutinitas akademik — tetapi bentuk nyata dari learning by doing yang sesungguhnya.
Dari dapur hotel, kita belajar bahwa disiplin, kerja tim, dan cinta pada profesi adalah bumbu utama menuju kesuksesan.

Suryana September 2025

Versi Edumanage : CERITA DARI DAPUR HOTEL 


Sunday, October 26, 2025

Daily Cost Report




Daily Cost Report
Pengertian Daily Cost Report

Daily Cost Report adalah laporan harian yang dibuat untuk memantau dan mengendalikan biaya produksi makanan dan minuman (food & beverage cost) di restoran. Laporan ini berisi informasi mengenai pembelian, pemakaian bahan baku, sisa stok (ending inventory), penjualan, hingga persentase food cost setiap hari. Dengan laporan ini, manajemen dapat langsung mengetahui apakah biaya operasional terkendali atau terjadi pemborosan.

Fungsi Daily Cost Report
Daily Cost Report memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:


  1. Mengontrol Food Cost Harian.Mengetahui apakah food cost sesuai standar atau meningkat tajam akibat masalah operasional.
  2. Sarana Monitoring Pemakaian Bahan BakuMemastikan bahan baku digunakan secara efisien sesuai dengan recipe standard dan portioning.
  3. Evaluasi Kinerja Departemen Kitchen & PurchasingJika food cost buruk, manajemen dapat meninjau ulang proses pembelian, penyimpanan, hingga produksi.
  4.  Perencanaan & Pengendalian AnggaranData harian dapat ditarik menjadi laporan mingguan/bulanan untuk analisis tren dan perencanaan
  5. Deteksi Dini Stock Loss / Food TheftJika ada perbedaan antara stok seharusnya dengan stok aktual, bisa mengindikasikan:
  • pemborosan di dapur
  • pencurian bahan
  •  kesalahan pencatatan
Isi dan Komponen Daily Cost Report
Umumnya memuat data berikut:


Rumus Food Cost %
Food Cost % = (Cost of Goods Used ÷ Net Sales) × 100%
Target ideal Food Cost % tergantung jenis Produk dan Jenis Restoran
Food              : 30–40%
Beverages     : 20–35%
Pastry            : 30–35%


Tujuan Daily Cost Report
a. Menjaga profitabilitas restoran
b. Memastikan penggunaan bahan baku tepat dan tidak boros
c. Menekan risiko kecurangan dan penggelapan stok
d. Memberikan data akurat untuk pengambilan Keputusan
e. Menjamin operasional berjalan sesuai SOP dan anggaran

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Manfaat Jangka Panjang untuk Restoran
a. Transparansi biaya
b. Meningkatkan akurasi harga jual menu
c. Menekan waste & meningkatkan keuntungan
d. Perbaikan SOP kitchen & purchasing terus-menerus

Referensi

  1. Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). Food and Beverage Management (6th ed.). Routledge.
  2. Dopson, L. R., & Hayes, D. K. (2015). Food and Beverage Cost Control (6th ed.). John Wiley & Sons.
  3. Ninemeier, J. D. (2013). Planning and Control for Food and Beverage Operations. AHLEI.
  4. Schneider, G. (2017). Hospitality Cost Control. Wiley.
  5. Keiser, J., & DeMicco, F. J. (2017). Controlling and Analyzing Costs in Foodservice Operations. Prentice Hall.

Saturday, October 25, 2025

STORE REQUISITION Pengertian, Fungsi, dan Tujuan di Restoran / Hotel

 

STORE REQUISITION

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan di Restoran / Hotel

Pengertian Store Requisition

Store Requisition adalah dokumen resmi yang digunakan oleh bagian operasional restoran (Kitchen / Bar / Service) untuk meminta bahan makanan (food item) atau non-makanan (non-food ite*) dari gudang (store).

Dokumen ini menjadi dasar pengeluaran barang oleh Storekeeper sehingga setiap bahan yang keluar dari gudang tercatat dan terkontrol.

Kesimpulan: Store Requisition = Permintaan barang yang harus dicatat

 Fungsi Store Requisition

Manfaat Langsung untuk Restaurant Operati

  1. Mengurangi waste & spoilage
  2. Menghindari stock loss / food thef
  3. Membantu ekspedisi operasional dapur berjalan anpa kehabisan bahan
  4. Meningkatkan efisiensi anggaran
  5. Alur Penggunaan Store Requisition

Tujuan Store Requisition dalam Cost Control

Berikut alur sesuai SOP restoran hotel:


Kitchen / Bar → Buat Store Requisition

Chef / Supervisor Menyetujui

Storekeeper memverifikasi dan mengeluarkan barang

Storekeeper mencatat pengeluaran ke dalam kartu stok / sistem

Cost Controller menggunakan data untuk:

a. Food cost report
b. Variance analysis
c. Purchase planning

Peran Store Requisition dalam Food Cost Management

a.   Menjadi basis perhitungan Actual Food Cost

b.   Membandingkan dengan Theoretical Food Cost

c.   Identifikasi dish variancedan loss point

d.   Mendukung menu engineering

Kesalahan yang Sering Terjadi (Catatan Penting)


Store Requisition adalah dokumen legal kontrol stok dan wajib tersimpan minimal 6–12 bulan untuk audit.

 Contoh Format Store Requesition


Referensi

 

a.   Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). *Food and Beverage Management*. Routledge.

b.   Ninemeier, J. D. (2013). *Planning and Control for Food and Beverage Operations*. AHLEI.

c.   Schneider, G. (2017). *Hospitality Cost Control*. Wiley.

d.   Hilton Hotels International. (2020). *Inventory & Issuing Standard Operating Procedure*.

 

Standar Purchase Specification (SPS)

 



Standar Purchase Specification (SPS)


1. Pengertian Standar Purchase Specification (SPS)

Standar Purchase Specification (SPS) adalah dokumen tertulis yang berisi deskripsi rinci tentang karakteristik, mutu, ukuran, bentuk, berat, dan kualitas bahan atau produk yang akan dibeli oleh restoran atau hotel.
Tujuannya adalah agar setiap pembelian barang (terutama bahan makanan dan minuman) memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh manajemen dan tidak terjadi kesalahpahaman antara bagian purchasing, receiving, dan supplier.

2. Fungsi Standar Purchase Specification

Fungsi utama SPS dalam kegiatan operasional restoran dan hotel antara lain:

  1. Menjamin konsistensi kualitas bahan baku
    → Setiap bahan yang dibeli memiliki standar yang sama meskipun dibeli pada waktu atau dari pemasok yang berbeda.

  2. Mempermudah bagian purchasing dalam proses pemesanan
    Purchasing cukup mengacu pada spesifikasi tertulis tanpa harus menjelaskan ulang kepada supplier.

  3. Mempermudah proses penerimaan barang (receiving)
    Petugas receiving dapat membandingkan barang yang datang dengan standar yang telah ditetapkan untuk menentukan apakah barang diterima atau ditolak.

  4. Mendukung pengendalian biaya (cost control)
     Dengan spesifikasi yang konsisten, harga dapat lebih stabil dan perhitungan cost menjadi lebih akurat.

  5. Melindungi hubungan dengan supplier
    Menghindari konflik akibat perbedaan persepsi mengenai kualitas atau ukuran produk yang dipesan.

3. Kegunaan Standar Purchase Specification dalam Restoran/Hotel

Dalam operasional, SPS digunakan untuk:



PurchasingMenjadi pedoman untuk melakukan pemesanan ke supplier sesuai standar.
ReceivingSebagai alat ukur untuk memeriksa barang datang, apakah sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diharapkan.
Produksi (Kitchen)Menjamin bahan baku yang digunakan memiliki mutu yang sama sehingga rasa dan tampilan menu konsisten.
Cost ControlMembantu menjaga efisiensi pembelian dan mencegah pemborosan akibat kualitas bahan yang tidak sesuai.

Contoh Format SPS



Referensi:
Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). Food and Beverage Management. Routledge.
Ninemeier, J. D. (2016). Planning and Control for Food and Beverage Operations. AHLEI.

Friday, October 24, 2025

JOB DESCRIPTION STOREKEEPER – RESTORAN

 

DESCRIPTION
STOREKEEPER – RESTORAN

DESCRIPTION

STOREKEEPER – RESTORAN

 A. Tugas Pokok

Storekeeper bertanggung jawab atas pengelolaan persediaan bahan makanan dan minuman mulai dari penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, serta pencatatan stok agar kegiatan produksi restoran berjalan lancar dan efisien.

B. Ruang Lingkup Pekerjaan

  1. Gudang bahan makanan kering (Dry Storage)
  2. Chiller & Freezer untuk bahan segar dan olahan
  3. Gudang Beverage (non-alcohol/optional alcohol)
  4. Daily Inventory Control
  5. Dokumentasi & pelaporan stok kepada Chef dan/atau Owner/Cost Controller

C. Uraian Tugas Detail

1.    Penerimaan Barang

a.   Memeriksa kualitas freshness, suhu, kebersihan, dan kemasan

b.   Menyesuaikan jumlah & spesifikasi dengan Purchase Order

c.   Menolak barang yang tidak sesuai standar

d.   Membuat Receiving Record dan menyerahkan dokumen keadmin/purchasing

2.    Penyimpanan Barang

a.   Menyimpan barang berdasarkan:

1)   Kategori (produce, meat, seafood, dairy, dry goods, bumbu)

2)   Suhu (Dry / Chiller / Freezer)

3)   Food Safety (pemisahan allergen, bahan matang vs mentah)

b.   Menerapkan FIFO/FEFO ketat

c.   Melakukan labeling item: tanggal terima, tanggal kadaluarsa

d.   Menata area storage tetap bersih, rapi, dan mudah diakses

3.    Pengeluaran Bahan (Issuing)

a.   Mengeluarkan barang sesuai Form Requisition dari Kitchen/Bar

b.   Memastikan akurat & tepat waktu

c.   Melakukan daily posting atas barang keluar

d.   Menghitung kebutuhan harian untuk mendukung mise en place

4.    Pengendalian Stok & Pelaporan

a.   Melakukan stok opname harian untuk item high-cost (meat, seafood, dairy)

b.   Stock opname mingguan/bulanan seluruh item

c.   Melaporkan selisih stok ke Head Chef/Cost Control

d.   Monitoring:

1)   Reorder level & par stock

2)   Slow moving item

3)   Expiry tracking

5.    Kebersihan, Keamanan & Ketertelusuran

a.   Mengikuti standar HACCP dan good hygiene practices

b.   Mengontrol akses gudang (tidak semua staff masuk)

c.   Mencatat batch & supplier sebagai database traceability

6.    Koordinasi

a.   Dengan Head Chef → kebutuhan produksi harian

b.   Dengan Purchasing → reorder & klaim barang rusak

c.   Dengan Bar Staff → beverage issuing (jika ada bar)

d.   Dengan Kasir/Owner/Accounting → pelaporan stok & nilai persediaan

Indikator Kinerja (KPI)



Kualifikasi dan Kompetensi

  1. Minimal SMA/SMK Tata Boga/Perhotelan/Administrasi
  2. Memahami jenis bahan pangan dan penyimpanannya
  3. Menguasai basic inventory system
  4. Teliti, komunikatif, jujur, memiliki etos kerja tinggi
  5. Mampu angkat beban dan bekerja di area chiller/freezer

 Otoritas Jabatan

  1. Berhak menolak barang tidak sesuai standar
  2. Berhak menunda pengeluaran tanpa permintaan resmi
  3. Berhak mengusulkan pemesanan ulang (reorder)

Buku dan Literatur Akademik

  1. Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). Food and Beverage Management. Routledge.
  2. Ninemeier, J. D. (2013). Planning and Control for Food and Beverage Operations. AHLEI.
  3. Hayes, D. K., & Miller, A. A. (2011). Revenue Management for the Hospitality Industry. Wiley.
  4. Dharmmesta, B.S. & Handoko, H. (2011). Manajemen Pemasaran. BPFE.
  5. Barrows, C. W., Powers, T., & Reynolds, D. (2012). Introduction to Management in the Hospitality Industry. Wiley.
  6. Schneider, G. (2017). Hospitality Cost Control. Wiley.
  7. Tjahjono, H. K. (2012). Pengendalian Biaya Makanan dan Minuman Dalam Industri Perhotelan. Andi Offset.
  8. Sihite, R. (2000). Hotel Front Office Administration. Gramedia.