Jenis-Jenis Transaksi Keuangan dalam Usaha Kuliner
A.
Pengertian
Transaksi Keuangan
Transaksi
keuangan adalah semua kegiatan yang
menyebabkan perubahan posisi keuangan usaha, baik berupa uang masuk
(pendapatan) maupun uang keluar (pengeluaran).
Dalam
usaha kuliner dan pastry, transaksi bisa terjadi setiap hari, mulai dari
pembelian bahan baku, pembayaran gaji, hingga penjualan makanan kepada
pelanggan.
B.
Klasifikasi
Umum Transaksi Keuangan
Secara
umum, transaksi keuangan dalam usaha kuliner terbagi menjadi dua jenis besar:
1. Transaksi Penerimaan (Uang Masuk)
Merupakan
transaksi yang menambah kas atau pendapatan usaha.
Contohnya:
a.
Penjualan
tunai – hasil penjualan makanan/minuman
secara langsung kepada pelanggan. Contoh: Menjual 50 donat @Rp5.000 =
Rp250.000 masuk ke kas.
b.
Penjualan
non-tunai (piutang) – pelanggan memesan untuk acara,
pembayaran dilakukan kemudian.
c.
Pendapatan
lain-lain – seperti sewa alat, pelatihan,
atau kerja sama katering.
d.
Modal
tambahan dari pemilik usaha – saat
pemilik menambah dana untuk operasional.
e.
Penerimaan
dari pinjaman atau investor – dana
dari pihak ketiga yang akan digunakan untuk mengembangkan usaha.
2. Transaksi Pengeluaran (Uang Keluar)
Merupakan
transaksi yang mengurangi kas atau aset usaha.
Contohnya:
a.
Pembelian
bahan baku
Tepung, gula, mentega, telur, susu, cokelat, buah, dll.
b.
Pembelian
bahan penolong atau non-food item
Kemasan, tisu, plastik, box kue, alat kebersihan, dll.
c.
Biaya
operasional harian
Listrik, air, gas, transportasi, dan pulsa telepon.
d.
Pembayaran
gaji tenaga kerja
Gaji karyawan produksi, kasir, atau cleaning service.
e.
Biaya
perawatan dan perlengkapan dapur
Servis oven, mixer, kulkas, atau peralatan lainnya.
f.
Biaya sewa
tempat dan promosi
Sewa kios, iklan media sosial, banner, dan event kuliner.
g.
Pembayaran
hutang usaha
Pembayaran kepada supplier yang sebelumnya memberikan bahan baku seca
Manfaat
Mencatat Transaksi Secara Teratur
- Mengetahui posisi kas secara akurat
- Mencegah kehilangan uang atau kesalahan pencatatan
- Menjadi dasar penyusunan laporan keuangan
- Memudahkan menghitung HPP (Harga Pokok Produksi) dan
menentukan harga jual
- Membantu pengambilan keputusan usaha
Tips Pencatatan Transaksi Bagi UMKM Kuliner
1. Gunakan
buku kas harian (penerimaan dan
pengeluaran)
2.
Pisahkan uang
pribadi dan uang usaha
3.
Catat setiap
transaksi sekecil apapun
4.
Simpan bukti transaksi seperti nota dan struk
5.
Lakukan rekap
mingguan atau bulanan
Jenis
Transaksi Berdasarkan Tujuan
Selain berdasarkan arus kas,
transaksi usaha kuliner juga bisa dibedakan berdasarkan tujuannya:
|
Jenis
Transaksi |
Tujuan |
Contoh |
|
Transaksi Operasional |
Kegiatan utama usaha sehari-hari |
Membeli bahan baku, menjual
produk, membayar listrik |
|
Transaksi Investasi |
Penambahan aset usaha |
Membeli oven baru, freezer, atau
etalase |
|
Transaksi Pendanaan |
Sumber dana usaha |
Pinjaman dari bank, tambahan modal
dari pemilik |
|
Transaksi Pribadi (Prive) |
Pengambilan dana untuk kebutuhan
pribadi pemilik |
Pemilik mengambil uang kas untuk
keperluan pribadi |
|
|
|
|
Referensi:
- Kementerian Koperasi dan UKM RI. (2021). Modul
Pembukuan Sederhana untuk UMKM Kuliner.
- SAK EMKM – Ikatan Akuntan Indonesia (2020).
- Mulyadi, (2016). Akuntansi Biaya. Yogyakarta:
UPP STIM YKPN.
- Wibowo, A. (2021). Praktik Pembukuan Sederhana untuk
UMKM. Deepublish.
EmoticonEmoticon