Desember'83
Oleh : Suryana
Waktu itu hari Kamis tanggal 22
Desemeber 1983, saya menerima surat melalui petugas desa, waktu itu surat yang dikirim melalui
kantor pos tidak langsung ke Alamat rumah, tapi melalui desa, betapa senangnya
waktu itu saya menerima surat yang
isinya panggilan untuk wawancara, surat yang ditunggu tunggu sejak saya
menyampaikan surat lamaran kurang lebih dua minggu yang lalu.
Hari jum’at ini saya bangun lebih pagi dari
biasanya, padahal semalam sangat susah tidur yang berkacamuk dalam pikiran
saya,
Siapa yang akan mewawancarai saya?
Apa yang akan ditanyakan?
Apa saya akan dterima sebagai Karyawan?
Kalau diterima bagian apa? Bagaimana kerjanya
Kalau tidak diterima? Kemana lagi harus melamar?
Dengan mengenakan kemeja putih
celana hitam, dengan Sepatu cat yang biasa dipakai ketika ke sekolah, Setelah pamit pada orang tua, Abah dan Ema mengatar dengan senyum dan doa
dari wajahnya bangga penuh harap.
Perjalanan menuju Rumah Makan Ponyo Malabar yang berlokasi di Jl. Malabar
No, 60 waktu itu merupakan kantor pusat , jarak dari rumah di kampung Babakan
Sukamulya Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung kurang lebih 16 KM,
ditempuh dengan dua kali naik angkot.
Sesampainya di kantor saya dipersilahkan masuk oleh
sekretaris ( Belakangan saya ketahui nama sekretaris itu adalah Ibu Imas Nur
Sutisna) dan saya dipersilahkan duduk untuk menunggu, dan ketika
melihat jam di dinding ternyata baru jam 7.15 sementara surat panggilan jam
08.00, Ketika itu saya menduga harus
menunggu kurang lebih 45 menit, tapi ternyata tidak demikian, hanya kurang
lebih 10 menit saya menunggu dari dalam ruangan muncul seorang Bapa bapa
membawa map warna biru yang saya sampaikan dua minggu yang lalu, belakangan
diketahui beliau adalah H, Dudi Suganda Nandang merupakan Owner Rumah Makan Ponyo dan
Owner Agen Penyalur koran dan majalah Aneka Agency.
Ketika beliau mendekat, dengan agak gugup saya menyapa
“Assalamu’alaikum,”
Wa’alaikumslm beliau menjawab.
Sembari membuka
map warna biru yang berisi data lamaran saya, beliau bertanya siapa nama?.
Saya menjawab agak Gemetar “
Suryana pa”
Setelah itu beliau bertanya Pendidikan, pengalaman, keluarga, dan motivasi saya bekerja di Rumah makan.
Selebihnya beliau memberikan nasihat dan gambaran tentang keberadaan RM, Ponyo
serta bagian bagian yang ada di rumah makan tugas dan tanggung jawab masing
masing bagian.
“ Walaupun saudara lulusan SMA tapi sekarang tidak ada lowongan dibagian lain
yang ada hanya dibagian cuci, apakah siap ditempatkan dibagian cuci?”
“Alhamdulillah, Bissmillah siap pa” saya menjawab tanpa ragu, saya sangat
bersyukur sudah diterima bekerja. Dengan
spontan saya raih tangan beliau “Jazakumulloh
Khoiron Katsiron”
Dan beliau menutup nasihatnya dengan sebuah kalimat yang masya
Alloh tidak kan saya lupa "Dibagian
manapun nanti ditempatkan Suryana harus
professional dan harus diingat bahwa bekerja itu bukan hanya mencari nafkah
jadikan bekerja itu sebagai ibadah”
Dan yang sangat tekesan diakhir
nasihat beliau tidak menyebut saya dengan kata “kamu “, “saudara” atau “anda”,
beliau menasihat dengan menyebut nama saya “ Suryana”, suatu kebanggaan bagi
saya saya sepertinya sudah menjadi bagian dari Perusahaan Rumah Makan Ponyo
“Surat lamaran ini sudah bapa
setujui, silahkan hari ini datang ke Ponyo Cinunuk sampaikan surat lamaran ini ke
Bapak Aa Kanwa Pimpinan Cabang Rumah
makan Ponyo Cinunuk”
setelah pamitan saya keluar dari kantor serasa
mimpi, betapa tidak setidaknya saya akan mendapat menambah ilmu,
menambah teman dan yang pasti kedua orang tua pasti akan senang.
Hari itu saya langsung menuju RM
Ponyo Cinunuk, yang berjarak 500 meter apabila ditempuh dari rumah. Setelah
mendapat pengarahan dari Bapa Aa Kanwa Manager Rumah Makan Ponyo Cinunuk waktu itu, saya
dipersilahkan mulai kerja besok hari Sabtu tanggal 24 Desember 1983
Tanggal 24 Desember 1983 akan selalu
saya kenang sebagai hari pertama saya resmi memasuki dunia kerja. sebagai karyawan training di sebuah rumah makan ternama di
Bandung, Rumah Makan (RM) Ponyo.
Saya sangat bersyukur. Di tengah
persaingan kerja yang ketat, bisa diterima bekerja di Rumah Makan Ponyo adalah anugerah
besar bagi saya. Saya langsung ditempatkan di dapur sebagai bagian cuci
piring, posisi yang mungkin dianggap kecil oleh sebagian orang, tapi bagi saya
saat itu, adalah sebuah langkah awal yang membanggakan.
RM Ponyo waktu itu sudah memiliki empat cabang:
- RM Ponyo Eijkman di Jl. Prof. Eijkman, Bandung
- RM. Ponyo Cinunuk di Jl. Raya Cinunuk no. 186 Kabupaten Bandung
- RM Ponyo Malabar di Jl. Malabar No. 60, Bandung
- RM Ponyo Cimacan di Jl Puncak Cianjur
Saya ditempatkan di cabang utama, RM Ponyo Cinunuk. Di sanalah saya
mulai mengenal kerasnya dunia dapur, tumpukan piring kotor, air sabun yang
mengalir, panasnya area masak, dan ramainya pesanan dari waiter karna banyaknya order dari pelayan yang tak
pernah henti. Saya merasa bahagia. Saya senang dapat pekerjaan, belajar tentang disiplin dan kerja keras.
Cerita ini bukan sekadar nostalgia. Ini adalah bukti bahwa dari bagian cuci piring sekalipun, asal kita serius dan profesional, Allah SWT akan membukakan
jalan yang luar biasa. (bersambung)