Monday, July 21, 2025

Desember '83

Tags

 


Desember'83

Oleh : Suryana

Waktu itu hari Kamis tanggal 22 Desemeber 1983, saya menerima surat melalui petugas  desa, waktu itu surat yang dikirim melalui kantor pos tidak langsung ke Alamat rumah, tapi melalui desa, betapa senangnya waktu itu saya menerima  surat yang isinya panggilan untuk wawancara, surat yang ditunggu tunggu sejak saya menyampaikan surat lamaran kurang lebih dua minggu yang lalu.

 Hari jum’at ini saya bangun lebih pagi dari biasanya, padahal semalam sangat susah tidur yang berkacamuk dalam pikiran saya,


    Siapa yang akan mewawancarai saya?
    Apa yang akan ditanyakan?
    Apa saya akan dterima sebagai Karyawan?
    Kalau diterima bagian apa? Bagaimana kerjanya
    Kalau tidak diterima? Kemana lagi harus melamar?

Dengan mengenakan kemeja putih celana hitam, dengan Sepatu cat yang biasa dipakai ketika ke sekolah,  Setelah pamit pada orang tua,  Abah dan Ema mengatar dengan senyum dan doa dari wajahnya bangga penuh harap.

Perjalanan menuju Rumah Makan  Ponyo Malabar yang berlokasi di Jl. Malabar No, 60 waktu itu merupakan kantor pusat , jarak dari rumah di kampung Babakan Sukamulya Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung kurang lebih 16 KM, ditempuh  dengan dua kali naik angkot.

Sesampainya di  kantor saya dipersilahkan masuk oleh sekretaris ( Belakangan saya ketahui nama sekretaris itu adalah Ibu Imas Nur Sutisna)  dan saya  dipersilahkan duduk untuk menunggu, dan ketika melihat jam di dinding ternyata baru jam 7.15 sementara surat panggilan jam 08.00, Ketika itu saya menduga  harus menunggu kurang lebih 45 menit, tapi ternyata tidak demikian, hanya kurang lebih 10 menit saya menunggu dari dalam ruangan muncul seorang Bapa bapa membawa map warna biru yang saya sampaikan dua minggu yang lalu, belakangan diketahui beliau adalah H, Dudi Suganda Nandang merupakan Owner Rumah Makan Ponyo dan Owner Agen Penyalur koran dan majalah Aneka Agency.

Ketika beliau mendekat, dengan agak gugup saya menyapa   

Assalamu’alaikum,

Wa’alaikumslm  beliau menjawab.

Sembari membuka map warna biru yang berisi data lamaran saya, beliau bertanya siapa nama?.

Saya  menjawab agak Gemetar “ Suryana pa”

Setelah itu beliau bertanya Pendidikan, pengalaman, keluarga,  dan motivasi saya bekerja di Rumah makan. Selebihnya beliau memberikan nasihat dan gambaran tentang keberadaan RM, Ponyo serta bagian bagian yang ada di rumah makan tugas dan tanggung jawab masing masing bagian.

“ Walaupun saudara lulusan SMA tapi sekarang tidak ada lowongan dibagian lain yang ada hanya dibagian cuci, apakah siap ditempatkan dibagian cuci?”  

Alhamdulillah, Bissmillah siap pa” saya menjawab tanpa ragu, saya sangat  bersyukur sudah diterima bekerja. Dengan spontan saya raih tangan beliau “Jazakumulloh Khoiron Katsiron

Dan beliau menutup nasihatnya dengan sebuah kalimat yang masya Alloh  tidak kan saya lupa  "Dibagian manapun nanti  ditempatkan Suryana harus professional dan harus diingat bahwa bekerja itu bukan hanya mencari nafkah jadikan bekerja itu sebagai ibadah”

Dan yang sangat tekesan diakhir nasihat beliau tidak menyebut saya dengan kata “kamu “, “saudara” atau “anda”, beliau menasihat dengan menyebut nama saya “ Suryana”, suatu kebanggaan bagi saya saya sepertinya sudah menjadi bagian dari Perusahaan Rumah Makan Ponyo 

“Surat lamaran ini sudah bapa setujui, silahkan hari ini datang ke Ponyo Cinunuk sampaikan surat lamaran ini ke Bapak Aa Kanwa  Pimpinan Cabang Rumah makan Ponyo Cinunuk”

setelah pamitan saya keluar dari kantor serasa mimpi, betapa tidak setidaknya saya akan mendapat menambah ilmu, menambah teman dan yang pasti kedua orang tua pasti akan senang.

Hari itu saya langsung menuju RM Ponyo Cinunuk, yang berjarak 500 meter apabila ditempuh dari rumah. Setelah mendapat pengarahan dari Bapa Aa Kanwa Manager Rumah Makan Ponyo Cinunuk waktu itu, saya dipersilahkan mulai kerja besok hari Sabtu tanggal 24 Desember 1983

Tanggal 24 Desember 1983 akan selalu saya kenang sebagai hari pertama saya resmi memasuki dunia kerja.  sebagai karyawan training di sebuah rumah makan ternama di Bandung, Rumah Makan (RM) Ponyo.

Saya sangat bersyukur. Di tengah persaingan kerja yang ketat, bisa diterima bekerja di Rumah Makan  Ponyo adalah anugerah besar bagi saya. Saya langsung ditempatkan di dapur sebagai bagian cuci piring, posisi yang mungkin dianggap kecil oleh sebagian orang, tapi bagi saya saat itu, adalah sebuah langkah awal yang membanggakan.

RM Ponyo waktu itu sudah memiliki empat cabang:

  1. RM Ponyo Eijkman di Jl. Prof. Eijkman, Bandung
  2. RM. Ponyo Cinunuk di Jl. Raya Cinunuk no. 186  Kabupaten Bandung
  3. RM Ponyo Malabar di Jl. Malabar No. 60, Bandung
  4. RM Ponyo Cimacan  di Jl Puncak  Cianjur

Saya ditempatkan di cabang utama, RM Ponyo Cinunuk. Di sanalah saya mulai mengenal kerasnya dunia dapur, tumpukan piring kotor, air sabun yang mengalir, panasnya area masak, dan ramainya pesanan dari waiter  karna banyaknya order dari pelayan yang tak pernah henti. Saya merasa bahagia. Saya senang dapat pekerjaan, belajar tentang disiplin dan kerja keras.

Cerita ini bukan sekadar nostalgia. Ini adalah bukti bahwa dari bagian cuci piring  sekalipun, asal kita serius dan profesional, Allah SWT akan membukakan jalan yang luar biasa. (bersambung)


Suryana, Pendiri Menata Jejak Dalam Kalimat, Catatan Pengalaman Baca profil Suryana selengkapnya, klik di sini...

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :


EmoticonEmoticon