Par Stock dan Reorder Point di restoran, merupakan bagian penting dari sistem inventory control (pengendalian persediaan)
1. Pengertian Par Stock
Par Stock adalah jumlah ideal atau standar persediaan
barang yang harus selalu tersedia di gudang atau di outlet (seperti kitchen,
bar, atau housekeeping) untuk menjamin kelancaran operasional tanpa
kekurangan bahan.
Jumlah Par Stock
ditentukan berdasarkan:
- Rata-rata pemakaian harian,
- Waktu tunggu (lead time) pengiriman barang
dari supplier, dan
- Faktor keamanan (safety stock).
Dengan kata lain, Par
Stock = jumlah minimal barang yang harus ada agar operasional tidak terganggu.
Contoh Par Stock dalam
Restoran:
Misalnya, restoran “Selera
Nusantara” rata-rata menggunakan:
- 10 kg ayam per hari
- Supplier mengirimkan setiap 2 hari sekali
Maka Par Stock = 10 kg ×
2 hari = 20 kg
Artinya, jumlah ayam di gudang sebaiknya tidak boleh kurang dari 20 kg
agar operasional tidak terganggu.
2. Fungsi Menentukan Par Stock
|
Fungsi |
Penjelasan |
|
1. Menjamin kelancaran operasional |
Mencegah kehabisan bahan saat produksi sedang
berjalan. |
|
2. Menghindari overstock (kelebihan stok) |
Menjaga agar jumlah barang tidak melebihi
kebutuhan sehingga tidak menumpuk atau rusak. |
|
3. Membantu pengendalian biaya (Cost Control) |
Mengurangi pemborosan karena bahan terlalu banyak
atau terlalu sedikit. |
|
4. Menjadi pedoman bagi Purchasing dan
Storekeeper |
Purchasing dapat memesan barang sesuai batas stok
ideal, dan gudang tahu kapan harus melakukan reorder. |
|
5. Menjaga kualitas bahan makanan |
Stok yang terjaga sesuai kebutuhan mencegah bahan
terlalu lama disimpan hingga menurunkan mutu. |
3. Pengertian Reorder Point
Reorder Point (ROP) adalah batas minimum jumlah persediaan suatu
barang di gudang yang menandakan sudah saatnya dilakukan pemesanan ulang
(reorder) ke supplier.
ROP membantu memastikan
bahwa bahan akan tiba tepat waktu sebelum stok benar-benar habis, dengan
mempertimbangkan waktu tunggu pengiriman (lead time).
Rumus Reorder Point (ROP):
Contoh Perhitungan Reorder
Point:
- Pemakaian harian minyak goreng: 5 liter
- Lead time (waktu pengiriman): 3 hari
- Safety stock (cadangan): 2 liter
Artinya, jika stok minyak
goreng di gudang tinggal 17 liter, bagian purchasing harus segera
melakukan pemesanan ulang.
4. Fungsi Menentukan Reorder Point
|
Fungsi |
Penjelasan |
|
1. Menghindari kehabisan bahan baku |
Memberi sinyal kapan saatnya melakukan pemesanan
ulang. |
|
2. Menjaga kontinuitas operasional |
Memastikan bahan tersedia tepat waktu tanpa
menghambat produksi. |
|
3. Mengoptimalkan persediaan |
Mencegah overstock maupun understock. |
|
4. Membantu perencanaan pembelian (Purchasing
Planning) |
Purchasing memiliki acuan yang jelas kapan harus
memesan kembali. |
|
5. Mendukung sistem Cost Control |
Mengurangi biaya penyimpanan dan risiko bahan
rusak akibat stok berlebih. |
5. Contoh
Penerapan dalam Operasional Restoran
Kasus di Dapur Restoran
“Ocean Delight”:
- Pemakaian daging sapi: 15 kg per hari
- Supplier mengirim setiap 4 hari sekali
- Safety stock: 10 kg
Maka:
Jika stok daging sapi tersisa 70 kg, storekeeper
akan mengajukan purchase request ke bagian purchasing agar bahan tiba
sebelum stok habis.
Dengan demikian, dapur tetap bisa berproduksi tanpa gangguan dan tidak ada
bahan yang terbuang.
Kesimpulan
|
Aspek |
Par Stock |
Reorder Point (ROP) |
|
Definisi |
Jumlah ideal bahan yang harus tersedia |
Titik batas minimum stok sebelum melakukan
pemesanan ulang |
|
Tujuan |
Menjamin ketersediaan bahan |
Menentukan kapan waktu pemesanan ulang |
|
Ditetapkan oleh |
Storekeeper & Cost Controller |
Storekeeper & Purchasing |
|
Dampak terhadap Cost Control |
Menghindari kelebihan atau kekurangan stok |
Mencegah keterlambatan bahan dan menjaga
efisiensi pembelian |
Referensi:
·
Davis, Bernard et al. (2018). Food and
Beverage Management. Routledge.
·
Ninemeier, Jack D. (2016). Planning
and Control for Food and Beverage Operations.
·
Dopson, Lea R. & Hayes, David K. (2015). Food and
Beverage Cost Control. John Wiley & Sons.
EmoticonEmoticon