Monday, November 3, 2025

Strategi Penyimpanan dan Pengeluaran Barang untuk Mencapai Standar Food Cost dan Profit Restoran

 



Strategi Penyimpanan dan Pengeluaran Barang untuk Mencapai Standar Food Cost dan Profit Restoran

Pendahuluan
Dalam industri restoran dan hotel, pengendalian biaya bahan makanan (food cost control) merupakan faktor kunci keberhasilan bisnis. Meskipun resep yang baik dan pelayanan yang prima adalah wajah utama sebuah restoran, keberhasilan finansial sangat bergantung pada efisiensi manajemen persediaan (inventory management).
Strategi penyimpanan dan pengeluaran barang yang terencana dengan baik bukan hanya membantu menjaga kualitas bahan baku, tetapi juga memastikan setiap bahan digunakan secara optimal, sesuai dengan standar cost dan profit margin yang telah ditetapkan oleh manajemen restoran.

A. Tujuan dan Pentingnya Sistem Penyimpanan

  1. Penyimpanan yang baik bertujuan untuk:
  2. Menjaga kesegaran dan mutu bahan makanan.
  3. Mencegah kerusakan (spoilage) dan kehilangan (shrinkage/theft).
  4. Menjamin ketersediaan bahan sesuai kebutuhan operasional.
  5. Menjadi dasar perhitungan cost of goods used (COGU) dan food cost.

Dengan sistem penyimpanan yang efisien, bahan dapat digunakan secara tepat waktu, mengurangi pemborosan, dan menjaga profitabilitas restoran tetap optimal.

B. Prinsip Dasar Penyimpanan Bahan Makanan
1. FIFO (First In, First Out)
Bahan yang masuk lebih dahulu harus digunakan terlebih dahulu. Prinsip ini mencegah bahan menumpuk terlalu lama di gudang dan mengurangi risiko kedaluwarsa.

2. FEFO (First Expired, First Out)t6 
Digunakan untuk bahan yang memiliki tanggal kedaluwarsa berbeda. Bahan dengan masa berlaku lebih pendek harus digunakan terlebih dahulu.

3. Penataan Berdasarkan Jenis & Suhu
a. Dry Storage: bahan kering seperti tepung, beras, dan bumbu kering.
b. Chiller (0–5°C): daging, ikan segar, dan sayur.
c. Freezer (–18°C): bahan beku seperti ayam atau udang.
d. Beverage Storage: minuman beralkohol atau non-alkohol dengan kontrol suhu tertentu.
Penataan yang rapi memudahkan proses pemeriksaan dan pengeluaran bahan setiap hari.

C. Penggunaan Bin Card dan Perpetual Inventory Card (Kardex)
1. Bin Card (Kartu Gudang)
Pengertian:
Bin Card adalah kartu yang ditempel pada setiap tempat penyimpanan (rak atau bin) yang mencatat keluar masuknya barang secara manual.

Fungsi:

  1. Mencatat jumlah barang yang masuk (in) dan keluar (out) setiap kali terjadi transaksi.
  2. Memberikan informasi stok secara cepat dan visual tanpa harus membuka sistem komputer
  3. Membantu storekeeper memantau posisi stok harian dan menentukan kapan harus melakukan reorder.

Contoh Bin card :




2. Perpetual Inventory Card (Kardex)

Pengertian:
Perpetual Inventory Card atau Kardex adalah catatan stok secara berkelanjutan (continuous record) yang berisi data penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir dari setiap item bahan.

Fungsi:

  1. Memberikan data akurat tentang stok dan nilai persediaan setiap saat.
  2. Menjadi dasar untuk rekonsiliasi antara catatan gudang dan laporan keuangan.
  3. Memudahkan analisis cost control seperti selisih antara actual stock dan book stock.

Kegunaan dalam Cost Control:

  1. Memantau nilai persediaan untuk menghitung actual food cost.
  2. Mengidentifikasi potensi stock loss, spoilage, atau food theft.
  3. Menjadi bukti administratif saat dilakukan internal audit oleh manajemen.


Contoh Perpetual Inventory Card



 

D.  Strategi Pengeluaran Barang (Issuing) yang Efektif

Sistem pengeluaran bahan harus mengikuti prosedur administrasi yang ketat, di antaranya:
  1. Store Requisition Form:Dokumen resmi permintaan bahan dari dapur ke gudang. Berfungsi sebagai bukti pengeluaran dan dasar perhitungan harian food cost.
  2. Daily Issue Schedule:Jadwal pengeluaran bahan yang disesuaikan dengan rencana menu harian (menu cycle). Menghindari over issuing dan mendukung portion control.
  3. Return & Transfer Form:Bahan yang tidak terpakai atau dipindahkan antar outlet dicatat dalam formulir khusus agar stok tetap akurat.
Dengan prosedur ini, restoran dapat memantau penggunaan bahan aktual (actual consumption) dan membandingkannya dengan standar konsumsi (theoretical consumption).

Contoh Form Store Requisition




E. Dampak terhadap Food Cost dan Profit

Sistem penyimpanan dan pengeluaran yang disiplin, didukung dengan penggunaan Bin Card dan Kardex, memberikan manfaat nyata:
  1. Menekan biaya bahan makanan dengan menghindari kehilangan dan pemborosan.
  2. Menjamin ketersediaan bahan sesuai standar par stock dan reorder point.
  3. Meningkatkan efisiensi operasional melalui kontrol bahan baku yang tepat waktu.
  4. Memudahkan analisis perbedaan antara actual food cost vs standard food cost.
  5. Meningkatkan akurasi laporan Daily Flash Cost dan Daily Cost Report.

6. Integrasi dengan Sistem Digital

Restoran modern kini banyak menggunakan software cost control yang menggabungkan fungsi Bin Card dan Kardex secara digital.
Dengan sistem ini, manajer dapat:
  1. · Melihat pergerakan stok secara real-time.
  2. · Menerima notifikasi saat stok mencapai reorder point.
  3. · Menghasilkan laporan Daily Flash Cost otomatis setiap hari.
Integrasi ini meminimalkan kesalahan manusia dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

 

Kesimpulan

Pengelolaan penyimpanan dan pengeluaran barang yang baik tidak hanya mencegah kerugian fisik, tetapi juga menjadi alat strategis dalam menjaga stabilitas biaya dan profit restoran.
Penerapan Bin Card dan Perpetual Inventory Card (Kardex) membantu menciptakan sistem yang transparan, akurat, dan efisien — mendukung manajemen dalam menjaga keseimbangan antara kualitas, biaya, dan keuntungan.

 

Referensi

  1. Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). Food and Beverage Management (6th ed.). Routledge.
  2. Kasavana, M. L., & Smith, D. I. (2016). Menu Engineering and Cost Control for Hospitality Managers. AHLEI.
  3. O’Mahony, B. (2016). Managing Food and Beverage Operations. American Hotel & Lodging Educational Institute.
  4. Ninemeier, J. D. (2017). Restaurant Operations Management. Pearson Education.
  5. Pratama, H. (2022). Cost Control untuk Usaha Kuliner. Deepublish, Yogyakarta.
  6. Walker, J. R. (2021). Introduction to Hospitality Management. Pearson.
  7. Marsum, W. (2019). Manajemen Operasional Restoran dan Katering. Gadjah Mada University Press.
  8. Sugiarto, E. (2021). Pengendalian Persediaan dan Biaya Operasional Restoran. Penerbit Andi.

 




Daily Flash Cost dalam Pengendalian Biaya Restoran

 




Daily Flash Cost dalam Pengendalian Biaya Restoran


D
aily Flash Cost adalah laporan ringkas yang dibuat setiap hari untuk memantau kinerja biaya operasional terutama biaya makanan (food cost) dan penjualan (sales) secara cepat (flash).
Laporan ini membantu manajemen mengetahui kondisi keuangan harian dan mengambil tindakan cepat jika ada penyimpangan biaya.
Pengertian Daily Flash Cost
Daily Flash Cost adalah laporan kontrol cepat harian yang merangkum informasi biaya dan pendapatan utama (key performance indicators) untuk memastikan biaya tetap sesuai dengan target.
Disebut flash karena:
  1. Penyusunan cepat (tanpa detail mendalam)
  2. Menampilkan indikator kunci yang langsung terlihat
  3. Menjadi “alarm dini” jika terjadi over cost
Fungsi Daily Flash Cost

   Kegunaan Daily Flash Cost dalam Restoran


Format Dailly Flash Cost Report terdiri


    Credit to Cost

Contoh Interpretasi
    Jika laporan menunjukkan:
    Food Cost % Actual = 38%
    Food Cost % Target = 30%
Maka:
Ada indikasi pemborosan, manajemen harus segera melakukan tindakan koreksi:
  1. Cek waste
  2. Kontrol porsi makanan
  3. Audit penerimaan barang
  4. Periksa sales apakah terlalu rendah
Kesimpulan
Daily Flash Cost adalah alat vital dalam sistem pengendalian biaya restoran modern, terutama untuk restoran hotel, fine dining, dan chain restaurant.
Dengan laporan ini, manajer dapat:
• Mengendalikan biaya secara harian
• Mengidentifikasi masalah lebih cepat
• Menjaga konsistensi kualitas dan profit
Pendekatan ini membantu restoran tetap adaptif, efisien, dan kompetitif di tengah perubahan harga bahan baku serta dinamika pasar kuliner.

Referensi
  1. Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). Food and Beverage Management (6th ed.). Routledge.
  2. Ninemeier, J. D. (2017). Restaurant Operations Management. Pearson Education.
  3. Kasavana, M. L., & Smith, D. I. (2016). Menu Engineering and Cost Control for Hospitality Managers. AHLEI.
  4. Pratama, H. (2022). Cost Control untuk Usaha Kuliner. Yogyakarta: Deepublish.
  5. O’Mahony, B. (2016). Managing Food and Beverage Operations. AHLEI.

Sunday, November 2, 2025

Menu Insight: Sop Konro – Cita Rasa Tradisi dalam Kendali Biaya

 

Menu Insight – From Concept to Cost

Sop Konro – Cita Rasa Tradisi dalam Kendali Biaya

1. Asal dan Filosofi Menu

Sop Konro adalah kuliner khas Makassar yang dikenal dengan kuah rempah pekat dan daging iga sapi yang empuk. Hidangan ini awalnya disajikan pada upacara adat Bugis-Makassar sebagai simbol kehormatan bagi tamu. “Konro” sendiri berarti iga, dan proses memasaknya yang panjang mencerminkan nilai kesabaran serta penghormatan terhadap bahan makanan.

Dalam konteks restoran modern, Sop Konro tidak hanya menghadirkan kenikmatan tradisional, tetapi juga menjadi representasi bagaimana warisan kuliner Nusantara dapat diangkat ke level fine dining melalui pengolahan, plating, dan kontrol biaya yang efisien.

2. Konsep Menu dalam Operasional Restoran

Dalam menu engineering, Sop Konro bisa dikategorikan sebagai signature dish — hidangan khas yang menjadi daya tarik utama bagi pelanggan. Posisi ini memengaruhi strategi:
  • Desain menu: ditempatkan pada area strategis (eye catching).
  • Harga jual: mempertimbangkan nilai eksklusivitas dan persepsi kualitas.
  • Porsi: dikontrol secara ketat untuk menjaga consistency rasa dan margin keuntungan.

3. Analisis Food Cost

4. Manfaat Menu Insight bagi Pengelolaan Restoran

Melalui pendekatan Menu Insight, manajer atau chef tidak hanya menghitung food cost, tetapi juga memahami:

  • Nilai emosional dan budaya yang membuat menu menarik.
  • Strategi pricing berbasis persepsi nilai, bukan sekadar biaya.
  • Efisiensi produksi untuk menjaga kualitas dan profitabilitas.

5. Kesimpulan

Sop Konro adalah contoh sempurna bagaimana tradisi kuliner lokal dapat menjadi kekuatan bisnis modern bila dikelola dengan pemahaman manajerial yang baik. Dengan memadukan filosofi rasa dan prinsip cost control, restoran dapat menghadirkan pengalaman makan yang autentik sekaligus menguntungkan.


Referensi:
• Said, I. (2018). Kuliner Tradisional Sulawesi Selatan: Jejak Budaya dan Identitas Lokal. Makassar: Balai Pelestarian Nilai Budaya.
• Suryani, N. (2020). “Sop Konro sebagai Warisan Kuliner Makassar.” Jurnal Gastronomi Indonesia, 5(2), 87–95.
• Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (2021). Ensiklopedia Kuliner Nusantara. Jakarta: Kemendikbud.
• Dewi, R. (2019). “Cita Rasa dan Nilai Sosial dalam Masakan Tradisional Makassar.” Jurnal Antropologi Indonesia, 40(1).



Friday, October 31, 2025

CATATAN DARI DAPUR HOTEL


 


A person cooking in a kitchen

AI-generated content may be incorrect.


CATATAN  DARI DAPUR HOTEL 

Dalam dunia restoran dan hotel, keberhasilan bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang bagaimana dapur dikelola oleh orang-orang yang terampil, disiplin, dan punya semangat belajar tinggi.
Dan dari sinilah kisah catatan mendampingi  mahasiswa vokasi dimulai dari sebuah kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kuliner.

Catatan dari kampus ke dapur hotel

Empat mahasiswa dari program kuliner dan pastry melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu hotel berbintang di Bandung.
Mereka datang bukan hanya untuk bekerja, tapi untuk belajar cara berpikir dan bekerja layaknya seorang profesional.

Selama enam bulan, dapur hotel menjadi ruang belajar yang sesungguhnya tempat teori bertemu kenyataan.
Di sana, mahasiswa belajar tentang konsistensi rasa, manajemen waktu, komunikasi tim, dan tanggung jawab terhadap hasil kerja.

Catatan perjalanan kujungan

Sebagai pembimbing dari kampus, saya diwajibkan melakukan kunjungan resmi ke lokasi PKL.
Tujuannya bukan hanya memantau, tetapi juga menjembatani komunikasi antara pihak industri dan lembaga pendidikan.l.
Kunjungan menjadi momen refleksi: bagaimana mereka berkembang, apa yang bisa ditingkatkan, dan bagaimana pihak hotel menilai sikap serta kinerja mereka.

Menariknya, kHRD dan  supervisor hotel yang mengatakan bahwa mahasiswa dari program vokasi bukan hanya cepat belajar, tapi juga membawa energi baru ke dapur.
Ada ide, ada semangat, dan ada keberanian untuk mencoba.

Catatan untuk dapur hotel

Bagi pihak hotel atau restoran, keberadaan mahasiswa PKL bukan sekadar kewajiban sosial.
Justru, ini menjadi kesempatan untuk:

  • Mengenalkan standar kerja dan budaya dapur profesional,
  • Mengasah calon tenaga kerja agar siap terjun ke industri,
  • Menjalin kemitraan jangka panjang dengan lembaga pendidikan vokasi,
  • Bahkan menemukan talenta muda yang bisa direkrut setelah lulus.

Dengan kata lain, PKL bukan hanya tentang belajar tapi juga investasi SDM jangka panjang.

Catatan dari hasil dapur hotel

Setelah PKL selesai, mahasiswa kembali ke kampus untuk menyusun laporan dan seminar hasil PKL.Tapi bukan seminar biasa. Mereka juga menampilkan produk hasil belajar selama di hotel  mulai dari pastry klasik hingga menu hot kitchen yang elegan.

seorang penguji, dosen dosen yang hadir  dan saya sebagai pembimbing menilai bukan hanya hasil akhirnya, tapi juga proses berpikir, inovasi, dan keberanian mereka berkreasi.
Setiap produk dan plating cantik adalah bukti bahwa mereka telah tumbuh menjadi calon profesional sejati.

Catatan Pembimbing lapangan

Sebagai seseorang yang lama berkecimpung di dunia restoran, saya percaya:

“Keberhasilan dapur bukan hanya ditentukan oleh resep, tapi oleh manusia yang bekerja di dalamnya.”

Mahasiswa PKL yang tekun, terbuka terhadap kritik, dan mau belajar akan menjadi aset berharga di masa depan.
Dan bagi industri, membuka pintu bagi mereka berarti ikut menjaga keberlanjutan dunia kuliner Indonesia.

Catatan Penutup

Kolaborasi antara kampus vokasi dan dunia industri seperti hotel dan restoran bukan sekadar rutinitas akademik — tetapi bentuk nyata dari learning by doing yang sesungguhnya.
Dari dapur hotel, kita belajar bahwa disiplin, kerja tim, dan cinta pada profesi adalah bumbu utama menuju kesuksesan.

Suryana September 2025

Versi Edumanage : CERITA DARI DAPUR HOTEL 


Sunday, October 26, 2025

Daily Cost Report




Daily Cost Report
Pengertian Daily Cost Report

Daily Cost Report adalah laporan harian yang dibuat untuk memantau dan mengendalikan biaya produksi makanan dan minuman (food & beverage cost) di restoran. Laporan ini berisi informasi mengenai pembelian, pemakaian bahan baku, sisa stok (ending inventory), penjualan, hingga persentase food cost setiap hari. Dengan laporan ini, manajemen dapat langsung mengetahui apakah biaya operasional terkendali atau terjadi pemborosan.

Fungsi Daily Cost Report
Daily Cost Report memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:


  1. Mengontrol Food Cost Harian.Mengetahui apakah food cost sesuai standar atau meningkat tajam akibat masalah operasional.
  2. Sarana Monitoring Pemakaian Bahan BakuMemastikan bahan baku digunakan secara efisien sesuai dengan recipe standard dan portioning.
  3. Evaluasi Kinerja Departemen Kitchen & PurchasingJika food cost buruk, manajemen dapat meninjau ulang proses pembelian, penyimpanan, hingga produksi.
  4.  Perencanaan & Pengendalian AnggaranData harian dapat ditarik menjadi laporan mingguan/bulanan untuk analisis tren dan perencanaan
  5. Deteksi Dini Stock Loss / Food TheftJika ada perbedaan antara stok seharusnya dengan stok aktual, bisa mengindikasikan:
  • pemborosan di dapur
  • pencurian bahan
  •  kesalahan pencatatan
Isi dan Komponen Daily Cost Report
Umumnya memuat data berikut:


Rumus Food Cost %
Food Cost % = (Cost of Goods Used ÷ Net Sales) × 100%
Target ideal Food Cost % tergantung jenis Produk dan Jenis Restoran
Food              : 30–40%
Beverages     : 20–35%
Pastry            : 30–35%


Tujuan Daily Cost Report
a. Menjaga profitabilitas restoran
b. Memastikan penggunaan bahan baku tepat dan tidak boros
c. Menekan risiko kecurangan dan penggelapan stok
d. Memberikan data akurat untuk pengambilan Keputusan
e. Menjamin operasional berjalan sesuai SOP dan anggaran

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Manfaat Jangka Panjang untuk Restoran
a. Transparansi biaya
b. Meningkatkan akurasi harga jual menu
c. Menekan waste & meningkatkan keuntungan
d. Perbaikan SOP kitchen & purchasing terus-menerus

Referensi

  1. Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). Food and Beverage Management (6th ed.). Routledge.
  2. Dopson, L. R., & Hayes, D. K. (2015). Food and Beverage Cost Control (6th ed.). John Wiley & Sons.
  3. Ninemeier, J. D. (2013). Planning and Control for Food and Beverage Operations. AHLEI.
  4. Schneider, G. (2017). Hospitality Cost Control. Wiley.
  5. Keiser, J., & DeMicco, F. J. (2017). Controlling and Analyzing Costs in Foodservice Operations. Prentice Hall.

Saturday, October 25, 2025

STORE REQUISITION Pengertian, Fungsi, dan Tujuan di Restoran / Hotel

 

STORE REQUISITION

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan di Restoran / Hotel

Pengertian Store Requisition

Store Requisition adalah dokumen resmi yang digunakan oleh bagian operasional restoran (Kitchen / Bar / Service) untuk meminta bahan makanan (food item) atau non-makanan (non-food ite*) dari gudang (store).

Dokumen ini menjadi dasar pengeluaran barang oleh Storekeeper sehingga setiap bahan yang keluar dari gudang tercatat dan terkontrol.

Kesimpulan: Store Requisition = Permintaan barang yang harus dicatat

 Fungsi Store Requisition

Manfaat Langsung untuk Restaurant Operati

  1. Mengurangi waste & spoilage
  2. Menghindari stock loss / food thef
  3. Membantu ekspedisi operasional dapur berjalan anpa kehabisan bahan
  4. Meningkatkan efisiensi anggaran
  5. Alur Penggunaan Store Requisition

Tujuan Store Requisition dalam Cost Control

Berikut alur sesuai SOP restoran hotel:


Kitchen / Bar → Buat Store Requisition

Chef / Supervisor Menyetujui

Storekeeper memverifikasi dan mengeluarkan barang

Storekeeper mencatat pengeluaran ke dalam kartu stok / sistem

Cost Controller menggunakan data untuk:

a. Food cost report
b. Variance analysis
c. Purchase planning

Peran Store Requisition dalam Food Cost Management

a.   Menjadi basis perhitungan Actual Food Cost

b.   Membandingkan dengan Theoretical Food Cost

c.   Identifikasi dish variancedan loss point

d.   Mendukung menu engineering

Kesalahan yang Sering Terjadi (Catatan Penting)


Store Requisition adalah dokumen legal kontrol stok dan wajib tersimpan minimal 6–12 bulan untuk audit.

 Contoh Format Store Requesition


Referensi

 

a.   Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). *Food and Beverage Management*. Routledge.

b.   Ninemeier, J. D. (2013). *Planning and Control for Food and Beverage Operations*. AHLEI.

c.   Schneider, G. (2017). *Hospitality Cost Control*. Wiley.

d.   Hilton Hotels International. (2020). *Inventory & Issuing Standard Operating Procedure*.

 

Standar Purchase Specification (SPS)

 



Standar Purchase Specification (SPS)


1. Pengertian Standar Purchase Specification (SPS)

Standar Purchase Specification (SPS) adalah dokumen tertulis yang berisi deskripsi rinci tentang karakteristik, mutu, ukuran, bentuk, berat, dan kualitas bahan atau produk yang akan dibeli oleh restoran atau hotel.
Tujuannya adalah agar setiap pembelian barang (terutama bahan makanan dan minuman) memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh manajemen dan tidak terjadi kesalahpahaman antara bagian purchasing, receiving, dan supplier.

2. Fungsi Standar Purchase Specification

Fungsi utama SPS dalam kegiatan operasional restoran dan hotel antara lain:

  1. Menjamin konsistensi kualitas bahan baku
    → Setiap bahan yang dibeli memiliki standar yang sama meskipun dibeli pada waktu atau dari pemasok yang berbeda.

  2. Mempermudah bagian purchasing dalam proses pemesanan
    Purchasing cukup mengacu pada spesifikasi tertulis tanpa harus menjelaskan ulang kepada supplier.

  3. Mempermudah proses penerimaan barang (receiving)
    Petugas receiving dapat membandingkan barang yang datang dengan standar yang telah ditetapkan untuk menentukan apakah barang diterima atau ditolak.

  4. Mendukung pengendalian biaya (cost control)
     Dengan spesifikasi yang konsisten, harga dapat lebih stabil dan perhitungan cost menjadi lebih akurat.

  5. Melindungi hubungan dengan supplier
    Menghindari konflik akibat perbedaan persepsi mengenai kualitas atau ukuran produk yang dipesan.

3. Kegunaan Standar Purchase Specification dalam Restoran/Hotel

Dalam operasional, SPS digunakan untuk:



PurchasingMenjadi pedoman untuk melakukan pemesanan ke supplier sesuai standar.
ReceivingSebagai alat ukur untuk memeriksa barang datang, apakah sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diharapkan.
Produksi (Kitchen)Menjamin bahan baku yang digunakan memiliki mutu yang sama sehingga rasa dan tampilan menu konsisten.
Cost ControlMembantu menjaga efisiensi pembelian dan mencegah pemborosan akibat kualitas bahan yang tidak sesuai.

Contoh Format SPS



Referensi:
Davis, B., Lockwood, A., Alcott, P., & Pantelidis, I. (2018). Food and Beverage Management. Routledge.
Ninemeier, J. D. (2016). Planning and Control for Food and Beverage Operations. AHLEI.