Sunday, October 19, 2025

Par Stock dan Reorder Point di restoran, merupakan bagian penting dari sistem inventory control (pengendalian persediaan)

 





Par Stock dan Reorder Point di restoran,  merupakan bagian penting dari sistem inventory control (pengendalian persediaan)

1.   Pengertian Par Stock

Par Stock adalah jumlah ideal atau standar persediaan barang yang harus selalu tersedia di gudang atau di outlet (seperti kitchen, bar, atau housekeeping) untuk menjamin kelancaran operasional tanpa kekurangan bahan.

Jumlah Par Stock ditentukan berdasarkan:

  • Rata-rata pemakaian harian,
  • Waktu tunggu (lead time) pengiriman barang dari supplier, dan
  • Faktor keamanan (safety stock).

Dengan kata lain, Par Stock = jumlah minimal barang yang harus ada agar operasional tidak terganggu.

Contoh Par Stock dalam Restoran:

Misalnya, restoran “Selera Nusantara” rata-rata menggunakan:

  • 10 kg ayam per hari
  • Supplier mengirimkan setiap 2 hari sekali

Maka Par Stock = 10 kg × 2 hari = 20 kg
Artinya, jumlah ayam di gudang sebaiknya tidak boleh kurang dari 20 kg agar operasional tidak terganggu.


2.   Fungsi Menentukan Par Stock

Fungsi

Penjelasan

1. Menjamin kelancaran operasional

Mencegah kehabisan bahan saat produksi sedang berjalan.

2. Menghindari overstock (kelebihan stok)

Menjaga agar jumlah barang tidak melebihi kebutuhan sehingga tidak menumpuk atau rusak.

3. Membantu pengendalian biaya (Cost Control)

Mengurangi pemborosan karena bahan terlalu banyak atau terlalu sedikit.

4. Menjadi pedoman bagi Purchasing dan Storekeeper

Purchasing dapat memesan barang sesuai batas stok ideal, dan gudang tahu kapan harus melakukan reorder.

5. Menjaga kualitas bahan makanan

Stok yang terjaga sesuai kebutuhan mencegah bahan terlalu lama disimpan hingga menurunkan mutu.


3.   Pengertian Reorder Point

Reorder Point (ROP) adalah batas minimum jumlah persediaan suatu barang di gudang yang menandakan sudah saatnya dilakukan pemesanan ulang (reorder) ke supplier.

ROP membantu memastikan bahwa bahan akan tiba tepat waktu sebelum stok benar-benar habis, dengan mempertimbangkan waktu tunggu pengiriman (lead time).

Rumus Reorder Point (ROP):


Contoh Perhitungan Reorder Point:

  • Pemakaian harian minyak goreng: 5 liter
  • Lead time (waktu pengiriman): 3 hari
  • Safety stock (cadangan): 2 liter


Artinya, jika stok minyak goreng di gudang tinggal 17 liter, bagian purchasing harus segera melakukan pemesanan ulang.


4.   Fungsi Menentukan Reorder Point

Fungsi

Penjelasan

1. Menghindari kehabisan bahan baku

Memberi sinyal kapan saatnya melakukan pemesanan ulang.

2. Menjaga kontinuitas operasional

Memastikan bahan tersedia tepat waktu tanpa menghambat produksi.

3. Mengoptimalkan persediaan

Mencegah overstock maupun understock.

4. Membantu perencanaan pembelian (Purchasing Planning)

Purchasing memiliki acuan yang jelas kapan harus memesan kembali.

5. Mendukung sistem Cost Control

Mengurangi biaya penyimpanan dan risiko bahan rusak akibat stok berlebih.


5.    Contoh Penerapan dalam Operasional Restoran

Kasus di Dapur Restoran “Ocean Delight”:

  • Pemakaian daging sapi: 15 kg per hari
  • Supplier mengirim setiap 4 hari sekali
  • Safety stock: 10 kg

Maka:


Jika stok daging sapi tersisa 70 kg, storekeeper akan mengajukan purchase request ke bagian purchasing agar bahan tiba sebelum stok habis.
Dengan demikian, dapur tetap bisa berproduksi tanpa gangguan dan tidak ada bahan yang terbuang.

Kesimpulan

Aspek

Par Stock

Reorder Point (ROP)

Definisi

Jumlah ideal bahan yang harus tersedia

Titik batas minimum stok sebelum melakukan pemesanan ulang

Tujuan

Menjamin ketersediaan bahan

Menentukan kapan waktu pemesanan ulang

Ditetapkan oleh

Storekeeper & Cost Controller

Storekeeper & Purchasing

Dampak terhadap Cost Control

Menghindari kelebihan atau kekurangan stok

Mencegah keterlambatan bahan dan menjaga efisiensi pembelian


 

 

Referensi:

·         Davis, Bernard et al. (2018). Food and Beverage Management. Routledge.

·         Ninemeier, Jack D. (2016). Planning and Control for Food and Beverage Operations

·         Dopson, Lea R. & Hayes, David K. (2015). Food and Beverage Cost Control. John Wiley & Sons.

 


Perpetual Inventory Card (Cardex)

 


1.   Pengertian Perpetual Inventory Card (Cardex)

Perpetual Inventory Card atau sering disebut Cardex adalah kartu catatan persediaan yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi masuk dan keluar barang secara terus menerus (perpetual) sehingga jumlah persediaan dapat diketahui setiap saat tanpa harus menunggu perhitungan fisik (stock opname).

Cardex biasanya digunakan di bagian store/gudang restoran atau hotel untuk mencatat semua pergerakan stok seperti:

·         barang diterima dari supplier (receiving)

·         barang dikeluarkan ke kitchen atau bar (requisition)

·         barang dikembalikan, rusak, atau kedaluwarsa.

2.   Fungsi Perpetual Inventory Card (Cardex)

Perpetual Inventory Card memiliki fungsi penting dalam sistem pengendalian biaya dan pengelolaan gudang restoran/hotel, yaitu:

Fungsi

Penjelasan

1. Mengontrol Persediaan Barang

Memantau jumlah stok secara real-time tanpa menunggu stock opname.

2. Mengetahui Posisi Barang Setiap Saat

Menunjukkan saldo akhir setiap bahan setelah transaksi masuk/keluar.

3. Membantu Menghitung Cost of Goods Used (COGU)

Data dari cardex digunakan untuk menghitung biaya pemakaian bahan makanan/minuman.

4. Mengurangi Risiko Kekurangan atau Kelebihan Stok

Menjadi alat bantu untuk perencanaan pembelian agar tidak terjadi overstock atau stock-out.

5. Mendukung Sistem Audit Internal

Sebagai bukti pencatatan transaksi barang yang bisa dibandingkan dengan hasil stock opname fisik.

6. Memudahkan Analisis Loss dan Waste

Selisih antara stok fisik dan catatan cardex dapat menunjukkan adanya kehilangan, pemborosan, atau kesalahan pencatatan.


 

Kesimpulan

Aspek

Keterangan

Nama Lain

Bin Card / Store Ledger / Stock Card

Tujuan Utama

Menyediakan informasi stok secara akurat dan berkelanjutan

Lokasi Penggunaan

Gudang makanan, minuman, linen, atau bahan non-food

Dikelola Oleh

Storekeeper / Inventory Controller

Kegunaan Tambahan

Sebagai dasar laporan inventory control dan analisis food cost variance

 

 

Format Perpetual Inventory Card

 


Keterangan :

Description                 : Nama barang

Unit                             : Satuan ( kg, liter, tabung dll )

Parstock                       : Stock aman bisa diartikan persediaan minimal

Re Order point            : jumlah  dimana apabila sudah mencapai jumlah tersebut, bagian gudang  harus       memesan barang

Saldo awal                  : Persediaan awal pada awal bulan,  pengisiannya disimpan di kolom balance

Date                             : Tanggal transaksi

Reff                             : Keterangan

In                                 : Barang masuk

Out                              : Barang keluar

Balance                       : Sisa barang

Unit Price                    : Harga per unit

Avrages Price              : Harga rata rata per unit

Value                           : hasil perkalian Balance  X  averages price


Friday, October 17, 2025

Dokumen yang digunakan Dalam Pembukuan Sederhana di UMKM

 


Dokumen yang digunakan Dalam Pembukuan Sederhana di UMKM


1.  Buku Kas


 

2.      Penjualan Kredit

 


3. Pembelian Kredit



4.      Arus Kas

 


5.  HPP

 


6. Laba Rugi
 


7.      Neraca